Rabu, 18 Mei 2011

SINOPSIS (BAHASA INDONESIA 2)


SINOPSIS
         Sinopsis (ikhtisar, ringkasan) adalah bentik tulisan atau karangan ringkas, tetapi gagasan-gagasan penting dalam tulisan aslinya tidak berubah.
            Dalam membuat sinopsis ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut.
1.     Membaca dengan cernat bacaan yang akan diringkas.
2.     Ide pokok dalam bacaan jangan dihilangkan.
3.     Tulislah ide pokok serta ide penjelas agar kamu jangan lupa.
4.     Catatlah kata-kata penting dalam bacaan.
5.     Buatlah sinopsis dengan memperhatikan ketentuan yang ada.
Kita mengenak dua buku, yaitu fiksi dan nonfiksi, buku cerita fiksi, misalnya novel, cerpen, dan novelette. Buku nonfiksi misalnya buku pelajaran, buku ilmiah, dan buku ilmiah popular.
Dalam menulis sinopsis fiksi, penulis mengungkapkan isi fiksi tersebut dengan kata-katanya sendiri. Dalam menulis sinopsis nonfiksi, penulis meringkas isi buku dengan urutan-urutan seperti buku aslinya.
Contoh sinopsis fiksi:  Seberkas Cahaya dalam Gelap (Karya: Ike Soepomo)

RESENSI BAHASA INDONESIARESENSI (Bahasa Indonesia 2) Nama : Wisda Apriana Kelas : 3ea10 Npm : 11208294 Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai hasil sebuah hasil karya atau buku. Tujuannya adalah menunjukan kepada pembaca layak- tidaknya sebuah buku dibaca. Peresensi buku sastra harus dapat menyampaikan dua lapispenilaianatau pertimbangan, yakni nilai literer dan manfaat untuk hidup. Nilai literer terungkap dari kegiatannya yang disebut apresiasinya atas kebutuhab masyarakat. Peresensi dapat menyoroti bahan resensinya dari segi: 1. Isi, yang menyangkut kebenaran ide yang disampaikan pengarangnya 2. Bahasa 3. Bentuk (seperti ilustrasinya, jenis kertas, dan jenis huruf). Daniel Samad dalam Dasar-Dasar Meresensi Buku mengungkapkan pada hakikatnya, langkah-langkah meresensi buku, baik yang berupa nonfiksi maupun fiksi sama, kalaupun ada perbedaan itu disebabkan materi yang membangunnya terlebih lagi buku-buku foksi yang memiliki unsure-unsur dan konvensi yang khas. Adapun unsure-unsur yang dimuat dalam resensi karya sastra sebagai berikut. 1. Jenis karya sastra, seperti kumpulan puisi, novel, kumpulan cerpen, atau drama. 2. Novel atau kumpulan cerpen, resensinya akan mengulas tema, perwatakan atao penokohan, alur atau plot. 3. Kumpulan puisi, resensinya memuat pengalaman kebahasaan, pengalaman indraan, pengalaman nalaran, dan pengalaman manfaat. 4. Ulasan mengenai pengarang, baik asal usul, reputasi, hal-hal yang melatarbelakangi penulisan karya sastra it, dan karya-karyanya yang lain. 5. Pembaca yang setuju. Menulis resensi cerita pendek berarti mengungkapkan pemahaman anda mengenai isi sebuah cerpen. Adapun pembahasannya meliputiokoh-tokoh beserta perwatakannya, setting, tema, amanat, dan nilai-nilai hidup yang terkandung di dalamnya serta gaya bercerita perorangannya. Kita juga dapat menyodorkan kepada pembacaletak keindahan atau hal yang menarik dari cerpen tersebut, yang membuat pembaca patut membacanya juga. Bacalah resensi buku nonfiksi berikut ini! Kawin Paksa Pertama dalm Roman Indonesia Judul Buku : Azab dan Sengsara Pengarang : Merari Siregar Penerbit : Blai Pustaka Tahun Terbit : 1918 Roman “Azab dan Sengsara” karya Merari Siregar merupakan kritik tak langsung terhadap berbagai adat dan kebiasaan buruk yang tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman modern. Roman ini adalah roman pertama yang mengupas masalah kawin paksa yang kemudian menjadi tema yang selalu menarik dikemukakan dalam roman-roman Indonesia. Dalam roman ini diceritakan nasib buruk seorang gadis yang bernama Mariamin yang tidak jadi menikah dengan Aminuddin yang dicintainnya karena orang tua Aminuddin tidak setuju bermantukan Mariamin yang miskin. Sebenarnya orang tua Mariamin dulunya kaya raya, tetapi karena keserakahan ayahnya Datuk Baringin, mereka akhirnya jatuh melarat. Ketika Datuk Baringin meninggal, ia meninggalkan anak istrinya dalam keadaan miskin dan sengsara. Mariamin kawin dengan Kasibun yang ternyata sudah beristri dan berpenyakit kotor pula. Akhirnya Mariamin meninggal dalam kesengsaraan. Meskipun Roman ini bercerita tentang kehidupan modern, gaya dan komposisi roman ini tak jauh berbeda dengan hikayat-hikayat lama.situasi kejiwaan tokoh-tokohnya kurang mendapat perhatian yang serius dari pengarangnya. Dalam setiap kesempatan, pengarang menyuruh para pelakunya untuk memberikan nasehat berpanjang-panjang sehingga timbul kesan mau menggurui pembaca. Sebagai roman yang pertama dalam kesusastraan Indonesia, kita perlu bangga atas keberanian Merari Siregar mengemukakan idenya tentang kawin paksa. Sayangnya, pada akhir cerita tujuan pengarang yang ingin mengadakan pembaharuan tidak tercapai karena yang tetap menang adalah orang tua sebagai pemegang adat, sedangkan anak-anak muda tidak berani menentang adat. Sumber : Yuniar, Dra. Ayuni dan Drs.Widodo Utomo:1994:38


RESENSI (Bahasa Indonesia 2)
Nama          : Wisda Apriana
Kelas           : 3ea10
Npm           : 11208294
Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai hasil sebuah hasil karya atau buku. Tujuannya adalah menunjukan kepada pembaca layak- tidaknya sebuah buku dibaca. Peresensi buku sastra harus dapat menyampaikan dua lapispenilaianatau pertimbangan, yakni nilai literer dan manfaat untuk hidup. Nilai literer terungkap dari kegiatannya yang disebut apresiasinya atas kebutuhab masyarakat. Peresensi dapat menyoroti bahan resensinya dari segi:
1.     Isi, yang menyangkut kebenaran ide yang disampaikan pengarangnya
2.     Bahasa
3.     Bentuk (seperti ilustrasinya, jenis kertas, dan jenis huruf).
Daniel Samad dalam Dasar-Dasar Meresensi Buku mengungkapkan pada hakikatnya, langkah-langkah meresensi buku, baik yang berupa nonfiksi maupun fiksi sama, kalaupun ada perbedaan itu disebabkan materi yang membangunnya terlebih lagi buku-buku foksi yang memiliki unsure-unsur dan konvensi yang khas.
Adapun unsure-unsur yang dimuat dalam resensi karya sastra sebagai berikut.
1.     Jenis karya sastra, seperti kumpulan puisi, novel, kumpulan cerpen, atau drama.
2.     Novel atau kumpulan cerpen, resensinya akan mengulas tema, perwatakan atao penokohan, alur atau plot.
3.     Kumpulan puisi, resensinya memuat pengalaman kebahasaan, pengalaman indraan, pengalaman nalaran, dan pengalaman manfaat.
4.     Ulasan mengenai pengarang, baik asal usul, reputasi, hal-hal yang melatarbelakangi penulisan karya sastra it, dan karya-karyanya yang lain.
5.     Pembaca yang setuju.
Menulis resensi cerita pendek berarti mengungkapkan pemahaman anda mengenai isi sebuah cerpen. Adapun pembahasannya meliputiokoh-tokoh beserta perwatakannya, setting, tema, amanat, dan nilai-nilai hidup yang terkandung di dalamnya serta gaya bercerita perorangannya. Kita juga dapat menyodorkan kepada pembacaletak keindahan atau hal yang menarik dari cerpen tersebut, yang membuat pembaca patut membacanya juga.

Bacalah resensi buku nonfiksi berikut ini!
Kawin Paksa Pertama dalm Roman Indonesia
Judul Buku            : Azab dan Sengsara
Pengarang             : Merari Siregar
Penerbit                : Blai Pustaka
Tahun Terbit         : 1918
Roman “Azab dan Sengsara” karya Merari Siregar merupakan kritik tak langsung terhadap berbagai adat dan kebiasaan buruk yang tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman modern. Roman ini adalah roman pertama yang mengupas masalah kawin paksa yang kemudian menjadi tema yang selalu menarik dikemukakan dalam roman-roman Indonesia.
Dalam roman ini diceritakan nasib buruk seorang gadis yang bernama Mariamin yang tidak jadi menikah dengan Aminuddin yang dicintainnya karena orang tua Aminuddin tidak setuju bermantukan Mariamin yang miskin.
Sebenarnya orang tua Mariamin dulunya kaya raya, tetapi karena keserakahan ayahnya Datuk Baringin, mereka akhirnya jatuh melarat. Ketika Datuk Baringin meninggal, ia meninggalkan anak istrinya dalam keadaan miskin dan sengsara. Mariamin kawin dengan Kasibun yang ternyata sudah beristri dan berpenyakit kotor pula. Akhirnya Mariamin meninggal dalam kesengsaraan.
Meskipun Roman ini bercerita tentang kehidupan modern, gaya dan komposisi roman ini tak jauh berbeda dengan hikayat-hikayat lama.situasi kejiwaan tokoh-tokohnya kurang mendapat perhatian yang serius dari pengarangnya. Dalam setiap kesempatan, pengarang menyuruh para pelakunya untuk memberikan nasehat berpanjang-panjang sehingga timbul kesan mau menggurui pembaca.
Sebagai roman yang pertama dalam kesusastraan Indonesia, kita perlu bangga atas keberanian Merari Siregar mengemukakan idenya tentang kawin paksa.
Sayangnya, pada akhir cerita tujuan pengarang yang ingin mengadakan pembaharuan tidak tercapai karena yang tetap menang adalah orang tua sebagai pemegang adat, sedangkan anak-anak muda tidak berani menentang adat.
Sumber : Yuniar, Dra. Ayuni dan Drs.Widodo    Utomo:1994:38

Selasa, 17 Mei 2011

SINOPSIS BAHASA INDONESIA 2

SINOPSIS
Sinopsis (ikhtisar, ringkasan) adalah bentik tulisan atau karangan ringkas, tetapi gagasan-gagasan penting dalam tulisan aslinya tidak berubah.
Dalam membuat sinopsis ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut.
1. Membaca dengan cernat bacaan yang akan diringkas.
2. Ide pokok dalam bacaan jangan dihilangkan.
3. Tulislah ide pokok serta ide penjelas agar kamu jangan lupa.
4. Catatlah kata-kata penting dalam bacaan.
5. Buatlah sinopsis dengan memperhatikan ketentuan yang ada.
Kita mengenak dua buku, yaitu fiksi dan nonfiksi, buku cerita fiksi, misalnya novel, cerpen, dan novelette. Buku nonfiksi misalnya buku pelajaran, buku ilmiah, dan buku ilmiah popular.
Dalam menulis sinopsis fiksi, penulis mengungkapkan isi fiksi tersebut dengan kata-katanya sendiri. Dalam menulis sinopsis nonfiksi, penulis meringkas isi buku dengan urutan-urutan seperti buku aslinya.
Contoh sinopsis fiksi: Seberkas Cahaya dalam Gelap (Karya: Ike Soepomo)

RESENSI BAHASA INDONESIA 2

RESENSI (Bahasa Indonesia 2)
Nama : Wisda Apriana
Kelas : 3ea10
Npm : 11208294
Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai hasil sebuah hasil karya atau buku. Tujuannya adalah menunjukan kepada pembaca layak- tidaknya sebuah buku dibaca. Peresensi buku sastra harus dapat menyampaikan dua lapispenilaianatau pertimbangan, yakni nilai literer dan manfaat untuk hidup. Nilai literer terungkap dari kegiatannya yang disebut apresiasinya atas kebutuhab masyarakat. Peresensi dapat menyoroti bahan resensinya dari segi:
1. Isi, yang menyangkut kebenaran ide yang disampaikan pengarangnya
2. Bahasa
3. Bentuk (seperti ilustrasinya, jenis kertas, dan jenis huruf).
Daniel Samad dalam Dasar-Dasar Meresensi Buku mengungkapkan pada hakikatnya, langkah-langkah meresensi buku, baik yang berupa nonfiksi maupun fiksi sama, kalaupun ada perbedaan itu disebabkan materi yang membangunnya terlebih lagi buku-buku foksi yang memiliki unsure-unsur dan konvensi yang khas.
Adapun unsure-unsur yang dimuat dalam resensi karya sastra sebagai berikut.
1. Jenis karya sastra, seperti kumpulan puisi, novel, kumpulan cerpen, atau drama.
2. Novel atau kumpulan cerpen, resensinya akan mengulas tema, perwatakan atao penokohan, alur atau plot.
3. Kumpulan puisi, resensinya memuat pengalaman kebahasaan, pengalaman indraan, pengalaman nalaran, dan pengalaman manfaat.
4. Ulasan mengenai pengarang, baik asal usul, reputasi, hal-hal yang melatarbelakangi penulisan karya sastra it, dan karya-karyanya yang lain.
5. Pembaca yang setuju.
Menulis resensi cerita pendek berarti mengungkapkan pemahaman anda mengenai isi sebuah cerpen. Adapun pembahasannya meliputiokoh-tokoh beserta perwatakannya, setting, tema, amanat, dan nilai-nilai hidup yang terkandung di dalamnya serta gaya bercerita perorangannya. Kita juga dapat menyodorkan kepada pembacaletak keindahan atau hal yang menarik dari cerpen tersebut, yang membuat pembaca patut membacanya juga.

Bacalah resensi buku nonfiksi berikut ini!
Kawin Paksa Pertama dalm Roman Indonesia
Judul Buku : Azab dan Sengsara
Pengarang : Merari Siregar
Penerbit : Blai Pustaka
Tahun Terbit : 1918
Roman “Azab dan Sengsara” karya Merari Siregar merupakan kritik tak langsung terhadap berbagai adat dan kebiasaan buruk yang tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman modern. Roman ini adalah roman pertama yang mengupas masalah kawin paksa yang kemudian menjadi tema yang selalu menarik dikemukakan dalam roman-roman Indonesia.
Dalam roman ini diceritakan nasib buruk seorang gadis yang bernama Mariamin yang tidak jadi menikah dengan Aminuddin yang dicintainnya karena orang tua Aminuddin tidak setuju bermantukan Mariamin yang miskin.
Sebenarnya orang tua Mariamin dulunya kaya raya, tetapi karena keserakahan ayahnya Datuk Baringin, mereka akhirnya jatuh melarat. Ketika Datuk Baringin meninggal, ia meninggalkan anak istrinya dalam keadaan miskin dan sengsara. Mariamin kawin dengan Kasibun yang ternyata sudah beristri dan berpenyakit kotor pula. Akhirnya Mariamin meninggal dalam kesengsaraan.
Meskipun Roman ini bercerita tentang kehidupan modern, gaya dan komposisi roman ini tak jauh berbeda dengan hikayat-hikayat lama.situasi kejiwaan tokoh-tokohnya kurang mendapat perhatian yang serius dari pengarangnya. Dalam setiap kesempatan, pengarang menyuruh para pelakunya untuk memberikan nasehat berpanjang-panjang sehingga timbul kesan mau menggurui pembaca.
Sebagai roman yang pertama dalam kesusastraan Indonesia, kita perlu bangga atas keberanian Merari Siregar mengemukakan idenya tentang kawin paksa.
Sayangnya, pada akhir cerita tujuan pengarang yang ingin mengadakan pembaharuan tidak tercapai karena yang tetap menang adalah orang tua sebagai pemegang adat, sedangkan anak-anak muda tidak berani menentang adat.
Sumber : Yuniar, Dra. Ayuni dan Drs.Widodo Utomo:1994:38

Jumat, 15 April 2011

MENGHITUNG BUNGA (KLKP 2)



BANK SITI BANK KARMAN
Cek Tn A Rp 5.000.000,- Cek Tn X Rp 4.000.000,-
Cek Tn B Rp 3.000.000,- Cek Ny Y Rp 6.000.000,-
Cek Nn C Rp 5.000.000,- Cek Nn Z Rp 10.000.000,-
B/G PT D Rp 10.000.000,- B/G PT K Rp 13.000.000,-
B/G PT F Rp 5.000.000,-

Nota kredit Rp 10.000.000,- Nota kredit Rp 15.000.000,-

TOLAK
Cek Tn A Cek Tn X
B/G PT D B/G Nn Z

KETERANGAN
BANK SITI tanggal 01/03 :
1. Tabungan = Rp 25.000.000,- R/K pada BI = 11%
2. Giro = Rp 20.000.000,- Kas = 10%
3. Deposito = Rp 30.000.000,- LDR = 80%
KUK = 20%


DITANYAKAN?
1. Fortopolio ¼?
2. Bunga tabungan 10%?
3. Bunga giro 8 %?
4. Bunga deposito 12%?

31/3 transaksi yang dilakukan pada tabungan atun dan REKUP SALDO ATUN

Keterangan :
Giro Joko bertambah = Rp 5.000.000,-
Tabungan Toni berkurang = Rp 5.000.000,-
Deposito Jeki bertambah = Rp 5.000.000,-


Selasa, 12 April 2011

MENGHITUNG BUNGA 1/4 PADA TABUNGAN ATUN (KLKP 2)

TUGAS KOMPUTERISASI LEMBAGA KEUANGAN PERBANKAN 2
NAMA : WISDA APRIANA
KELAS : 3EA10
NPM : 11208294

MENGHITUNG BUNGA:
% i x HB x NOMINAL
365 hari
Ada tiga jenis tabungan yaitu :
a. Harian
b. Bulanan / saldo terendah
c. Rata-rata saldo
Berikut merupakan contoh perhitungan bunga tabungan, Berikut ini transaksi yang terjadi di rekening tabungan Atun pada BANK SITI selama bulan Maret dengan bunga sebesar 10%:

2/3 SETOR TUNAI RP 10.000.000
5/3 PIBUK KREDIT RP 5.000.000
8/3 PINBUK DEBIT DEPOSITO RP 2.000.000
17/3 AMBIL TUNAI RP 3.000.000
23/3 PINBUK KREDIT CEK F (BTN) RP 8.000.000

Kasus:
1. Saldo awal ¼?
2. Biaya tabungan bulan maret?
3. Rekup saldo?
Tabel berikut merupakan rec up rekening tabungan Atun bulan maret sebagai berikut:
Tgl. Transaksi Debet Kredit Saldo
2/3 Kas
Tab. Tutik 10.000.000
10.000.000 10.000.000
5/3 Giro Z
Tab. Tutik 5.000.000
5.000.000 15.000.000
8/3 Tab. Tutik
Deposito K 2.000.000
2.000.000 13.000.000
17/3 Tab. Tutik
Kas 3.000.000
3.000.000 10.000.000
28/3 R/K pd BI
Tab. tunai 8.000.000
8.000.000 18.000.000

Pada ¼ merupakan saldo awal yang di dapat dari saldoakhir + bunga
31/3 merupakan saldo akhir.
Tgl. Transaksi Debet Kredit Saldo
2/3 Kas
Tab. Tutik 10.000.000 10.000.000 10.000.000
5/3 Giro Z
Tab. Tutik 5.000.000 5.000.000 15.000.000


Uang mengendap dari tanggal 2 ke 5 tidak di hitung.
Setiap akhir bulan harus di tambah 1
5/3 10%x5-2x10 juta = RP 3.000.000
365
8/3 10%x8-3x15 juta = RP 7.500.000
365
17/3 10%x17-8x13 juta =RP 11.700.000
365
23/3 10%x23-17x10 juta =RP 6.000.000
365
31/3 10%x31-23+1x18 juta =RP16.200.000
365
TOTAL BIAYA RP 44.400.000

SALDO AWAL ¼ ADALAH :
SALDO AKHIR 31/3 RP 18.000.000
BUNGA RP 44.400.000 +
RP 62.400.000

MENGHITUNG BUNGA 1/4 PADA TABUNGAN ATUN (KLKP 2)

TUGAS KOMPUTERISASI LEMBAGA KEUANGAN PERBANKAN 2
NAMA : WISDA APRIANA
KELAS : 3EA10
NPM : 11208294

MENGHITUNG BUNGA:
% i x HB x NOMINAL
365 hari
Ada tiga jenis tabungan yaitu :
a. Harian
b. Bulanan / saldo terendah
c. Rata-rata saldo
Berikut merupakan contoh perhitungan bunga tabungan, Berikut ini transaksi yang terjadi di rekening tabungan Atun pada BANK SITI selama bulan Maret dengan bunga sebesar 10%:

2/3 SETOR TUNAI RP 10.000.000
5/3 PIBUK KREDIT RP 5.000.000
8/3 PINBUK DEBIT DEPOSITO RP 2.000.000
17/3 AMBIL TUNAI RP 3.000.000
23/3 PINBUK KREDIT CEK F (BTN) RP 8.000.000

Kasus:
1. Saldo awal ¼?
2. Biaya tabungan bulan maret?
3. Rekup saldo?
Tabel berikut merupakan rec up rekening tabungan Atun bulan maret sebagai berikut:
Tgl. Transaksi Debet Kredit Saldo
2/3 Kas
Tab. Tutik 10.000.000
10.000.000 10.000.000
5/3 Giro Z
Tab. Tutik 5.000.000
5.000.000 15.000.000
8/3 Tab. Tutik
Deposito K 2.000.000
2.000.000 13.000.000
17/3 Tab. Tutik
Kas 3.000.000
3.000.000 10.000.000
28/3 R/K pd BI
Tab. tunai 8.000.000
8.000.000 18.000.000










Pada ¼ merupakan saldo awal yang di dapat dari saldoakhir + bunga
31/3 merupakan saldo akhir.
Tgl. Transaksi Debet Kredit Saldo
2/3 Kas
Tab. Tutik 10.000.000
10.000.000 10.000.000
5/3 Giro Z
Tab. Tutik 5.000.000
5.000.000 15.000.000




Uang mengendap dari tanggal 2 ke 5 tidak di hitung.
Setiap akhir bulan harus di tambah 1
5/3 10%x5-2x10 juta = RP 3.000.000
365
8/3 10%x8-3x15 juta = RP 7.500.000
365
17/3 10%x17-8x13 juta =RP 11.700.000
365
23/3 10%x23-17x10 juta =RP 6.000.000
365
31/3 10%x31-23+1x18 juta =RP16.200.000
365
TOTAL BIAYA RP 44.400.000

SALDO AWAL ¼ ADALAH :
SALDO AKHIR 31/3 RP 18.000.000
BUNGA RP 44.400.000 +
RP 62.400.000